Siswa merupakan bagian dari pemuda penerus cita-cita bangsa, karenanya kita harus mendidiknya dengan baik, memberikannya pendidikan terbaik dalam rangka menyiapkan mereka menuju masa depan yang gemilang sehingga mampu menjadi tonggak kemajuan bangsa

LDKS mencetak generasi muda yang berkarakter merupakan sebuah bentuk kegiatan yang bertolak ukur kepada peningkatan sumber daya peserta untuk mendalami dan memahami tentang konsep-konsep atau dasar-dasar sebuah organisasi di sekolah, seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau kepramukaan. LDKS ini bertujuan untuk Menanamkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan keteladanan kepada siswa.

Beberapa sekolah mererapkan, LDKS merupakan tahap pertama atau merupakan syarat yang harus dilalui para siswa dan siswi sebelum masuk menjadi pengurus OSIS, dimana siswa harus terlebih dahulu mengikuti LDKS. Pelatihan ini punya peranan penting untuk membangun karakter kepemimpinan agar dimasa depan nanti ia bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk keluarga dan masyarakat. LDKS merupakan tahap yang harus dilewati atau harus diikuti siswa sebelum ia menjadi anggota OSIS. Semua siswa harus mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan dan apabila ada yang melanggar, sangsi pun diberlakukan. Pelatihan LDKS ini bukan hanya ditingkat SMP dan SMA namun beberapa Universitas juga menyelenggarakan sebagai ajang orientasi mahasiswa baru.

Bukan hanya untuk kepentingan regenerasi pengurus OSIS atau organisasi kesiswaan lainnya, lebih dari itu, LDKS harus mampu menjadi sebuah metode dan sarana program untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam hal aturan aturan yang ada di sekolah, disiplin dalam hal belajar dan mengerjakan tugas dan disiplin dalam hal waktu, berpakaian, bertutur kata, bersikap dan bertindak. Sehingga konsep LDKS yang kami maksudkan disini akan membekali para siswa sebagai pribadi pribadi dengan dasar kepemimpinan yang dimulai dari dirinya sendiri.

Terkait dengan Latar belakang tersebut diatas, Kami selaku bagian dari elemen bangsa mengajukan proposal untuk menjadi Partner Bapak dan Atau Ibu dalam penyelenggaraan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) berikut ini.

NAMA PROGRAM

Nama Program ini adalah PROGRAM LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS), dengan Tema MENCETAK GENERASI CALON PEMIMPIN BANGSA YANG BERDAYA SAING TINGGI DAN BERKARAKTER MULIA .

SASARAN KEGIATAN

Siswa – siswi SLTP Sederajat dan atau SLTA Sederajat

www.nusadayamulia.com

TUJUAN PROGRAM

Tujuan dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) :

  1. Melatih kedisiplinan diri peserta, mulai dari disiplin waktu, disiplin berpakaian, disiplin dalam hal makan, disiplin terhadap instruksi, disiplin mengikuti program
  2. Melatih tanggung jawab diri peserta dengan metode pelatihan pelatihan yang detil pada setiap sesi program
  3. Meningkatkan kesadaran peserta tentang organisasi dan kepemimpinan dalam organisasi, khususnya adalah organisasi kesiswaan
  4. Memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola organisasi kesiswaan, manajemen kegiatan, manajemen rapat, manajemen proposal dan manajemen laporan kegiatan
  5. Melatih daya nalar dan daya kritis peserta dengan metode Focus Group Discussion (FGD) pada topic topic kekinian
  6. Melatih mengelola anggota dengan PBB (Peraturan Baris Berbaris), PUDD (Peraturan Urusan DInas Dalam) dan TUS (Tata Upacara Sekolah)
  7. Meningkatkan kesadaran diri peserta untuk merubah pola pikir, pola sikap dan pola tindak setelah mengikuti rangkaian program.

WAKTU DAN WAKTU PELAKSANAAN

Kegiatan ini insyaallah akan dilaksanakan pada:

Hari Tanggal Tempat

: Sabtu – Minggu
: Akan ditentukan oleh Sekolah : Akan ditentukan oleh Sekolah

DESKRIPSI ACARA

1.

Kerangka Program

Program LDKS ini dikemas dengan pendekatan seluruh dimensi peserta, yaitu sik, emosi, mental dan spiritual peserta

Tahapan dalam Program LDKS ini adalah dengan empat tahap :

Tahap Perencanaan, pada tahap perencanaan ini Tim NDM bersama dengan sekolah akan merumuskan tujuan dan sasaran dari program LDKS. Termasuk dalam tahap ini adalah memetakan calon peserta sesuai dengan klasikasi yang sudah sesuai dengan standar program NDM. Setelah melakukan assessment program, tim NDM selanjutnya membuat design dan rencana program sampai pada rencana pembejaran dalam bentuk susunan acara berikut kebutuhan tim dan sarana nya.

Tahap persiapan, pada tahap ini Tim NDM akan menyampaikan kepada sekolah dan peserta terkait dengan tata tertib pelatihan, barang yang harus di bawa, susunan acara dan gambaran program termasuk penugasan pendahuluan untuk peserta.

Tahap pelaksanaan, pada tahap ini, program akan di bagi menjadi tiga tahap yaitu fase pembentukan, fase pengisian dan fase pemantapan. Penjelasan fase fase ini dalam materi program pada poin 2.

Tahap Evaluasi dan Laporan. Pada tahap ini NDM akan memberikan evaluasi dan laporan terkait dengan pelaksanaan program kepada Sekolah. Berikut dokumentasi dokumentasi selama kegiatan.

www.nusadayamulia.com

2.

Materi Program

Fase Pembentukan, pada fase ini dimulai peserta datang ke lokasi dilakukan halang rintang untuk menempa sik dilanjutkan dengan doktrinasi untuk “Shocking Mentallity” peserta sebelum upacara pembukaan. Metode ini dilakukan untuk mengkonrmasi “penyakit – penyakit” peserta sesuai dengan hasil assessment pada tahap perencanaan. Selanjutnya setelah ketemu dan terlihat “penyakit” nya diberikan Obat sesuai dengan “dosis” masing – masing. Acara dilanjutkan dengan Upacar bendera dan berpoto bersama dengan Unsur pimpinan sekolah. Fase pembentukan ini dilakukan sampai selesai makan siang dan ibadah terpimpin. Makan dan ibadh pun dilaksanakan dengan terpimpin, rapi dan teratur untuk melatih kedisilinan dan tanggung jawab.

Fase Pengisian, pada fase ini peserta diisi dengan materi materi yang menjadi sasaran dari program. Mulai dari kesadaran tentang berorganisasi, kepemimpinan dalam organisasi kesiswaan, manajemen kepanitiaan, proposal dan laporan kegiatan serta bagaimana tips untuk melakukan fundrising kegiatan yang menarik donator dan sponsor. Dalam fase ini juga diisi dengan FGD dengan topic topic milenial, seperti misalnya bahaya dan manfaat dari gadget, dinamika hubungan dan interaksi lawan jenis atau pacaran maupun topic topic lain yang sesuai dengan kebutuhan peserta.

Fase pemantapan, fase ini bertujuan untuk mengokohkan motivasi peserta agar melaksanakan dan mengamalkan nilai nilai yang baik selama pelatihan, setelah keluar dari program pelatihan, fase ini di awali dengan Spiritual Journey, perjalanan spiritual, dengan menggunakan pendekatan Kontemplasi (ESQ Model). Solat Tahajud dan solat lima waktu bagi peserta muslim dan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing – masing, untuk peserta non muslim. Pada hari kedua dilakukan Experimental learning sebagai sarana untuk mengimplementasi materi materi organisasi dan kepemimpinan yang didapatkan dalam fase pengisian. Outbound training yang digunakan dikemas sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan sekolah. Acar diakhiri dengan testimony, sosiometri dan upacara penutupan.

3. Pembicara

  • –  Nur Saudi, ST, MM sebagai Master Trainer CV Nusa Daya Mulia dan Deputy General Manager HROD PT. Ricobana Abadi (Mining Contractor)
  • –  Fasilitator dan Tour Leader NDM yang sudah mendapatkan pelatihan dan sertikasi dari NDM namupun Lembaga pemberi sertikasi dalam pelatihan SUSUNAN ACARA Hari 1 07.00 – 10.00 : Perjalanan ke Lokasi
    10.00 – 10.30 : Penyambutan Perserta, Welcome Drink
    10.30 – 12.00 : Fase Pembentukan & Pembukaan (Doa, menyanyikan lagu indonesia raya, sambutan)+ Check in + Ice Breaking 12.00 – 13.00 : ISHOMA + Kultum 13.00 – 15.00 : Materi I
    15.00 – 15.30 : Break + Sholat + Kultum 15.30 – 17.00 : Materi II
    17.00 – 19.30 : ISHOMA +Kultum
    19.30 – 20.30 : Materi III
    20.30 – 22.00 : Kontemplasi
    22.00 – 00.00 : Istirahat

www.nusadayamulia.com

Hari 2

03.30 – 04.30 : Qiyamullail
04.30 – 05.30 : Sholat + Kultum
06.00 – 07.00 : Senam Pagi
07.00 – 07.30 : Sarapan
07.30 – 10.00 : Outbound Training
10.00 – 11.30 : Materi penutupan dan Penutupan 11.30 – 12.30 : Sholat + kultum + Chek Out
12.30 – 14.00 : testimony, Sosiometri dan Penutupan 14.00 – selesai : perjalanan kembali Jakarta

INVESTASI

Investasi kegiatan ini sebesar Rp 375.000,00 – Rp. 500.000 untuk setiap peserta. Biaya ini untuk semua biaya jasa program, fasilitator, trainer, Peralatan Outbound, Dokumentasi, laporan, Kertas Kerja, sarana Pelatihan, Transportasi, Sewa Lokasi dan Konsumsi Peserta. Investasi per peserta akan ditentukan sekolah sesuai dengan lokasi dan fasilitas fasilitas lain yang di kehendaki.